MATERI UH2 BAHASA INDONESIA KELAS 7
A. TEKS DESKRIPTIF
Pola Teks Deskriptif
•
Pola Deskripsi Objektif
Menggambarkan objek secara
apa adanya.
•
Pola Deskripsi Subjektif
Menggambarkan suatu objek
dengan mengungkapkannya sebagai kesan atau penafsiran kamu terhadap objek itu.
•
Pola Deskripsi Spasial
Dapat digunakan untuk objek
khusus berupa ruangan, benda, tempat.
Contoh Pola Deskriptif Objektif
Sahabatku yang pertama bernama Wida. Orangnya tinggi lumayan putih, tahi
lalat di pipi menambah manis penampilannnya. Dahinya berkerut, matanya tajam,
dan bibirnya seperti ditekuk bila mulutnya berkata-kata, maka dari celah
bibirnya itu selalu keluar suara yang halus dengan kata-kata terpilih
berkonotasi positif dan nada ramah. Dari mulutnya itu sering keluar humor-humor
lucu yang tak terduga. Rambutnya yang panjang selalu ditata dengan busana yang
serasi.
Contoh Pola Deskriptif Subjektif
Sahabatku yang bernama Wida bertubuh tinggi, kulitnya putih dan bersih
memberikan gambaran bahwa dia berasal dari komunitas yang terpelihara. Tahi
lalat di pipinya menambah kesan manis pada penampilannya. Dahinya berkerut,
matanya tajam, dan bibirnya seperti ditekuk, memberikan kesan judes pada
penampilannya. Kesan berbeda akan muncul jika mulutnya mulai berbicara, dari
celah bibirnya itu akan keluar suara yang halus dengan kata-kata terpilih
berkonotasi positif, dan nada
ramah. Dari mulutnya itu sering keluar
humor-humor lucu yang tak terduga. Membuat dia menjadi orang yang sangat
menyenangkan. Rambutnya yang panjang selalu ditata serasi dengan busana yang
apik. Warna hitam dan coklat yang disenanginya membuat dia tampil sebagai
seorang aristokrat sejati.
Contoh Pola Deskripsi Spasial
Ketika saya datang ke rumah Heni, kawanku itu sedang asyik di ruang baca. Ruangan berukuran 8x6 m
ini sungguh sangat nyaman ditempati. Sebuah kursi kulit berwarna coklat dengan
meja marmer hijau berada di tengah ruangan. Sementara itu, rak buku berisi
beberapa novel, ensiklopedi, dan buku-buku ilmiah diletakkan mepet dengan
dinding sebelah selatan bersanding dengan sebuah pot berisi pohon bonsai kecil
yang seakan-akan menyatu dengan tembok yang dicat dengan warna coklat muda. Di
luar ruangan, terdapat sebuah kolam kecil berukuran 6x4 m berisi beberapa ikan koi
warna-warni yang berkeliaran. Suara gemericik air dari kolam menambah sejuknya suasana di ruang baca tempat
sahabatku menenggelamkan diri dengan berbagai referensinya itu.
B. GAGASAN UTAMA
Gagasan
utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan utama disebut juga ide pokok atau gagasan pokok. Gagasan utama
tiap paragraf terletak di dalam kalimat utama.
Jenis paragraf berdasarkan
letak paragrafnya terdiri atas:
1. paragraf deduktif;
2. paragraf induktif; dan
3. paragraf campuran.
Ciri-ciri paragraf deduktif
dan induktif:
DEDUKTIF
|
INDUKTIF
|
Letak kalimat utama di awal
paragraf
|
Letak kalimat utama di akhir
paragraf
|
Diawali dengan pernyataan umum
disusun dengan uraian atau penjelasan khusus (umum – khusus)
|
Diawali dengan uraian atau
penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum (khusus –
umum)
|
Pernyataan yang bersifat khusus
itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh,
atau bukti-buktinya.
|
Pernyataan yang bersifat khusus
itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh,
atau bukti-buktinya.
|
Gagasan
utama paragraf campuran terletak di awal dan akhir kalimat.
Contoh Paragraf Deduktif
Tari
Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi
perkawinan.
Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini
hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Dia mahir dalam me- nari
dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.
Contoh Paragraf Induktif
Tarian ini merupakan
gambaran kisah Ramayana tatkala barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.
Rama ingin membebaskan Shinta yang diculik oleh Rahwana. Tari Kecak diciptakan
pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman,
Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam
ritual Sanghyang. Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau
kerasukan. Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang
bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala. Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan
Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan
ditampilkan di berbagai Negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.
Contoh Paragraf Campuran
Penari
Saman berjumlah ganjil. Mereka
menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari.
Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam. Regnum adalah nyanyian
berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari.
Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang
penari pada bagian tengah tari. Syek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang
penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan
gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah
dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi
alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk
dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak
dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua gerak
ini adalah bahasa Gayo).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar