Rabu, 23 Oktober 2013

MATERI UH2 BAHASA INDONESIA KELAS 7


A. TEKS DESKRIPTIF

Pola Teks Deskriptif

      Pola Deskripsi Objektif
         Menggambarkan objek secara apa adanya.
       Pola Deskripsi Subjektif
         Menggambarkan suatu objek dengan mengungkapkannya sebagai kesan atau penafsiran kamu terhadap objek itu.
       Pola Deskripsi Spasial
         Dapat digunakan untuk objek khusus berupa ruangan, benda, tempat.


Contoh Pola Deskriptif Objektif
Sahabatku yang pertama bernama Wida. Orangnya tinggi lumayan putih, tahi lalat di pipi menambah manis penampilannnya. Dahinya berkerut, matanya tajam, dan bibirnya seperti ditekuk bila mulutnya berkata-kata, maka dari celah bibirnya itu selalu keluar suara yang halus dengan kata-kata terpilih berkonotasi positif dan nada ramah. Dari mulutnya itu sering keluar humor-humor lucu yang tak terduga. Rambutnya yang panjang selalu ditata dengan busana yang serasi.


Contoh Pola Deskriptif Subjektif
Sahabatku yang bernama Wida bertubuh tinggi, kulitnya putih dan bersih memberikan gambaran bahwa dia berasal dari komunitas yang terpelihara. Tahi lalat di pipinya menambah kesan manis pada penampilannya. Dahinya berkerut, matanya tajam, dan bibirnya seperti ditekuk, memberikan kesan judes pada penampilannya. Kesan berbeda akan muncul jika mulutnya mulai berbicara, dari celah bibirnya itu akan keluar suara yang halus dengan kata-kata terpilih berkonotasi  positif, dan nada ramah.  Dari mulutnya itu sering keluar humor-humor lucu yang tak terduga. Membuat dia menjadi orang yang sangat menyenangkan. Rambutnya yang panjang selalu ditata serasi dengan busana yang apik. Warna hitam dan coklat yang disenanginya membuat dia tampil sebagai seorang aristokrat sejati.


Contoh Pola Deskripsi Spasial
Ketika saya datang ke rumah Heni, kawanku itu sedang  asyik di ruang baca. Ruangan berukuran 8x6 m ini sungguh sangat nyaman ditempati. Sebuah kursi kulit berwarna coklat dengan meja marmer hijau berada di tengah ruangan. Sementara itu, rak buku berisi beberapa novel, ensiklopedi, dan buku-buku ilmiah diletakkan mepet dengan dinding sebelah selatan bersanding dengan sebuah pot berisi pohon bonsai kecil yang seakan-akan menyatu dengan tembok yang dicat dengan warna coklat muda. Di luar ruangan, terdapat sebuah kolam kecil berukuran 6x4 m berisi beberapa ikan koi warna-warni yang berkeliaran. Suara gemericik air dari kolam menambah  sejuknya suasana di ruang baca tempat sahabatku menenggelamkan diri dengan berbagai referensinya itu.


B. GAGASAN UTAMA

Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan utama disebut juga ide pokok atau gagasan pokok. Gagasan utama tiap paragraf terletak di dalam kalimat utama.
Jenis paragraf berdasarkan letak paragrafnya terdiri atas:
1.    paragraf deduktif;
2.    paragraf induktif; dan
3.    paragraf campuran.
Ciri-ciri paragraf deduktif dan induktif:
DEDUKTIF
INDUKTIF
Letak kalimat utama di awal paragraf
Letak kalimat utama di akhir paragraf
Diawali dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus (umum – khusus)
Diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum (khusus – umum)
Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasanrinciancontoh-contoh, atau bukti-buktinya
Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasanrinciancontoh-contoh, atau bukti-buktinya
Gagasan utama paragraf campuran terletak di awal dan akhir kalimat.
Contoh Paragraf Deduktif
            Tari Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Dia mahir dalam me- nari dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.


Contoh Paragraf Induktif
          Tarian ini merupakan gambaran kisah Ramayana tatkala barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Rama ingin membebaskan Shinta yang diculik oleh Rahwana. Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman, Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang. Ketika itu, para penari Sanghyang  menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan. Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala. Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai Negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.

Contoh Paragraf Campuran
Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari. Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam.  Regnum adalah nyanyian berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari. Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Syek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar